NKRIONLINE.COM - SEORANG pedagang kelontong asal Depok, Jawa Barat menyerang siswa Sekolah Dasar (SD) 1 Seba, Kabupaten Sabu Raijua, Nus...
NKRIONLINE.COM - SEORANG pedagang kelontong asal Depok, Jawa Barat menyerang siswa Sekolah Dasar (SD) 1 Seba, Kabupaten Sabu Raijua, Nusa Tenggara Timur dengan pisau yang mengakibatkan tujuh orang luka-luka. Satu orang di antaranya dalam kondisi kritis.
Peristiwa terjadi Selasa (13/12) sekitar pukul 08.25 Wita.
"Satu korban mengalami luka berat di bagian leher, kata dokter, lukanya agak serius," ujar Kapolres Kupang Ajun Komisaris Besar Ajie Indra Widiatma kepada Media Indonesia.
Seluruh korban saat ini dirawat di puskesmas setempat. Mereka belum bisa dievakuasi ke Kupang karena cuaca buruk. Sedangkan pelaku telah ditangkap dan ditahan di Polsek Sabu Barat. Menurut Kepala Bidang Humas Polda NTT Ajun Komisaris Besar Jules Abraham, dari hasil pemeriksaan sementara, tersangka mengalami gangguan jiwa dan saat ini penyidik masih mencari tahu identitasnya.
Awalnya pelaku menjual barang-barang kelontong di luar pagar sekolah. Tiba-tiba ia masuk ke halaman sekolah sambil membawa pisau dapur dan menyerang anak-anak.
Kejadian itu kata Sriyati, bermula ketika jam pelajaran sedang berlangsung sekitar pukul 08.47 Wita. Saat itu, pelaku yang hingga saat ini belum diketahui identitasnya datang memasuki ruangan kelas V SDN 1 Sabu Barat sambil memegang sebilah pisau.
“Pelaku saat itu langsung menuju ke bangku belakang dan mendekati seorang siswi yang bernama Naomi Oktoviani Pawali (11). Pelaku langsung memutar wajah anak tersebut dan menggorokkan pisau yang sementara dipegang ke leher Naomi,” ujar Sriyati.
Setelah itu, lanjutnya, pelaku langsung mencari korban lainnya dan melukai leher dan menusuk tangan serta kaki para korban. Total korban sebanyak tujuh orang siswa. Melihat hal itu, siswa lainnya langsung berhamburan lari keluar lingkungan sekolah dan para guru sekolah pun berteriak histeris.
“Kebetulan di samping lokasi SD, terdapat Kantor Koramil 1627/04-Sabu Raijua sehingga anggota TNI langsung datang dan mengamankan pelaku,” ucapnya.
Anggota TNI yang mengamankan pelaku, kemudian berkordinasi dengan Polisi dan mengamankan ke pelaku ke Markas Polsek Sabu Barat.
“Massa yang mengetahui dan mendengar kejadian tersebut langsung tersulut emosi dan secara berbondong-bondong mendatangi Polsek dan meminta agar pelaku dikeluarkan dari ruang tahanan. Wakil Bupati Sabu Raijua Nikodemus Rihi Heke yang datang ke Polsek membantu polisi untuk menenangkan masyarakat yang sudah tersulut emosi dan amarah,” ungkapnya.
Sriyati mengaku, meski telah ditahan, namun hingga saat ini pelaku belum diketahui identitasnya dan polisi juga belum bisa mengambil keterangan secara detail.
Informasi terkahir, pelaku dikabarkan tewas karena amukan massa yang memasuki Mapolsek dan ramai-ramai mengeroyok pelaku. (Infoteratas.com)
